Cerita Sex Cinta Sejati – Part 5

Cerita Sex Cinta Sejati – Part 5by on.Cerita Sex Cinta Sejati – Part 5Cinta Sejati – Part 5 Pipit menatapku. Matanya berkaca-kaca dalam genangan air mata. Hatiku hancur seketika. Seketika itu pula dalam hati aku berjanji, seumur hidupku tak akan pernah lagi membuat mata itu sampai berkaca-kaca. “Kak Raka sangat mencintai Pipit.. Kak Raka mohon jadilah kekasih Kak Raka, agar Kak Raka bisa membuktikan Kak Raka tulus mencintai […]

multixnxx- Kyoka Mizusawa Maika Miu Watanabe Megu-2 multixnxx- Kyoka Mizusawa Maika Miu Watanabe Megu-3 multixnxx- Kyoka Mizusawa Maika Miu Watanabe Megu-4Cinta Sejati – Part 5

Pipit menatapku. Matanya berkaca-kaca dalam genangan air mata.
Hatiku hancur seketika.
Seketika itu pula dalam hati aku berjanji, seumur hidupku tak akan pernah lagi membuat mata itu sampai berkaca-kaca.

“Kak Raka sangat mencintai Pipit.. Kak Raka mohon jadilah kekasih Kak Raka, agar Kak Raka bisa membuktikan Kak Raka tulus mencintai Pipit..”

Ku kecup jemari itu.
Ku tatap matanya yang semakin berkaca-kaca, mencoba memberikannya sebuah keyakinan, dan membiarkannya langsung melihat kesungguhan dalam hatiku melalui jendela mata.

Cinta Sejati
Bagian 5
Hati-hati dengan Hati (1)

Maafkan Pipit, kak bisiknya sambil melepaskan genggamanku. Pipit gak bisa

Aku sadari hatiku terluka secara tiba-tiba dan terasa sangat sedih. Ucapan Pipit walau berbisik, terdengar sangat jelas ditengah keheningan malam. Aku tak salah mendengar. Pipit tidak menerima cintaku, tidak bersedia menjadi pacarku.

Pit panggilku yang segera membuatnya menoleh menatapku dengan matanya yang masih berkaca-kaca.
Gak apa-apa kok, kalo Pipit gak menerima cinta Kakak, bisa menyampaikan perasaan ini pada Pipit saja sudah membuat Kakak bahagia entah dari mana idenya sampai mulutku berkicau begini. Dikiranya aku gak sakit hati apa karena pernyataan cintaku di tolak, ini mulut malah bilang gak apa-apa. Eh malah ucapan selanjutnya makin ngawur, brother
Kakak hanya ingin Pipit mengetahui, kalo kak Raka jatuh cinta pada Pipit. Kakak ingin Pipit tau bahwa Kakak sungguh-sungguh mencintai Pipit. Kakak gak terlalu kecewa ternyata Pipit gak mau jadi pacar kak Raka lanjutku lagi.
Setidaknya, rasa cinta ini sudah Kakak sampaikan padamu, supaya nanti jika kita ketemu lagi kamu bisa mengingat Kakak sebagai seorang yang sangat mencintai kamu. Kamu juga bisa bilang eh itu ada orang yang cinta ama gue atau kamu juga bisa bilang ini dia orang yang katanya sayang banget ama gue saat kita ketemu nanti. Boleh. Bahkan boleh banget.

Aku kembali meraih tangannya dan menggenggam dengan sepenuh perasaaan.
Pit, karena itu memang benar adanya. Kak Raka sangat mencintai Pipit, Kak Raka sangat menyayangi Pipit. Walau Pipit menolak kak Raka malam ini, itu gak akan mengubah kenyataan kalo kak Raka memang mencintai dan menyayangi Pipit

Dengan kesedihan luarbiasa, aku tatap matanya. Memutuskan untuk mengucapkan kalimat terakhirku pada eposide menembak Pipit malam ini. Tatapan mata Pipit yang teduh walau berkaca-kaca menguatkanku untuk mengatakannya.
Kak Raka sangat mencintai kamu, Pit. Kak Raka mohon maaf karena gak bisa membuktikan perasaan ini pada Pipit karena Pipit gak mau ngasih kak Raka kesempatan buat kak Raka membuktikan kesungguhan ucapan Kakak

Pipit menunduk.
Menatap tanah sambil menggerakkan jarinya yang berada dalam genggamanku.
Tidak.
Aku tidak salah.
Jemarinya juga meremas jemariku.
Sungguh, aku terpana.
Gerakan jemarinya meremas jemariku, tak ada tendensi gerakan untuk melepas genggamanku.
Ini kejutan, sekaligus membuatku bingung ada apa sebenarnya.

Tetapi ini terlalu lama. Mungkin karena aku memaksakan yang belum mampu dia sampaikan.
Pipit masih terdiam, membiarkan aku mengartikan sendiri arti remasan jemarinya tanpa mampu aku terjemahkan.
Aku tak mau memaksamu, Pipit sayang Biarlah waktu yang akan memberimu kekuatan, walau aku sungguh tak tau apa yang akan diperbuat oleh sang waktu padamu. Pada kita.

Sudah yuk Kita kembali ke perkemahan kataku sambil berdiri mengajak Pipit kembali ke perkemahan.
Tatapan Pipit tak bisa aku artikan, tapi dia menurut kembali berjalan bersamaku kembali ke perkemahan.

Aku memahami.
Mungkin jika aku bersabar sedetik lagi kamu akan membuat kembali sebuah keputusan lagi.
Tapi aku tak mau memaksamu, bidadariku
Aku berhati-hati karena ini urusan hati.
Dan aku tak mau hati menjadi layu..
Entah itu hatimu, atau malah hatiku

Author: 

Related Posts

Comments are closed.