Cerita Ngentot Rutinitas Baru Di Kota Gudeg – Part 4

Cerita Ngentot Rutinitas Baru Di Kota Gudeg – Part 4by on.Cerita Ngentot Rutinitas Baru Di Kota Gudeg – Part 4Rutinitas Baru Di Kota Gudeg – Part 4   Untung saja aku tidak telat mengikuti kuis mata kuliah ini. Kalau tidak aku tidak bisa mengikuti Ujian Semester, Gumamku dalam Hati. Dari dalam kelas aku beranjak ke kantin untuk beristirahat dan berbincang dengan teman temanku satu kelas. Kami berbincang cukup lama, tetapi aku tetap tidak bisa […]

tumblr_np1sosFMvm1uoaovmo2_540 tumblr_np1sosFMvm1uoaovmo3_500Rutinitas Baru Di Kota Gudeg – Part 4

 

Untung saja aku tidak telat mengikuti kuis mata kuliah ini. Kalau tidak aku tidak bisa mengikuti Ujian Semester, Gumamku dalam Hati.

Dari dalam kelas aku beranjak ke kantin untuk beristirahat dan berbincang dengan teman temanku satu kelas. Kami berbincang cukup lama, tetapi aku tetap tidak bisa fokus. Pikiranku melayang layang, masih teringat akan kejadian indah tadi malam. Mataku memperhatikan setip perkataan teman2ku, tetapi pikiranku entah kemana.

“Heeei, ngopo koe, tak delo wet mau koe nglamun ae, ngopo toh dab?” Tanya salah seorang temanku
“Haaaaah, apaan, gak kenape2 kok aku. Bikin Kaget ajaa” jawabku kaget.
“Halah yo wes mlaku2 aja yuk ke malioboro, dah lama kan gak kesana” tanya temanku yang lain.
“Hoooh yuuuh dari pada koe benggoong ae, koyo mikiri bojo ae” jawab temnku mengajak.
“Yaaa udah yukkk, lagi gak ada kerjaan juga aku.”

Akhirnya kami berenam memutuskan Jalan jalan di Malioboro. Aku membonceng motor temanku karna aku belum memiliki kendaraan.Sungguh indah pemandangan Kota Jogja sore itu, lantunan nada indah dari musisi jalanan, pertunjukan terater sepanjak sudut kota, senyuman ramah dari kusir andong dan seringai khas dari Bule bule yang berlalu lalang. Semua itu menjadi pemandangan utama dikota jogja. Sejauh mata memandang, kita dapat melihat keberagaman budaya yang menyatu.

Cukup lama kami berjalan jalan di Malioboro, berlanjut kealun2 dan berakhir di 0 KM untuk menanti senja. Tawa dan canda melengkapi keindahan sore ini. Salah seorang temanku asik menggoda bule yang lewat, yang lain asik berusaha mendekati wanita yang mereka anggap Kimcil. Aku hanya duduk termangu menatap gedung BNI 46 yang gagah perkasa. Kembali kejadian semalam menyita pikiranku.

Rambut ikal bergelombang, bibir tipis yang menawan, serta tubuh indah bak seorang pragawati. Yah hanya wajah tante ocha yang sedari tadi memenuhi pikiranku. Kecantikanya, suaranya tak dapat aku hilangkan dari benak ini. Bahkan suara desahanya semalam masih berdenging di telingaku. Ada apa dengan diriku.

Memang benar, Tante ocha adalah wanita pertama yang pernah aku sentuh, wanita pertama yang memberikanku ciuman pertama, Wanita pertama yang pernah aku lihat keindahan tubuhnya, dan wanita pertama yang pernah bersetubuh denganku. Memang dialah yang pertama yang mengubah cerita kehidupanku. Tetapi kenapa aku terus memikirkanya. Apa aku jatuh cinta, atau apakah aku salah melakukan hal semalam dengan wanita yang lebih pantas aku sebut Ibu?

“Woi bocah ko nglamun ae, nglamun opo toh” Suara temanku mengaggetkanku.
“Apan sih enggak kok, aku cuma kurang tidur” jawabku menutupi.
“Ohhh yo wess moleh aja yuk, aku yo kesel banget ki” jawab temanku.

Akhirnya kami pulang dari 0 Km, Temanku mengantarku kekosn. Dia cukup terpana dengan kosnku, katanya mewah sekali tempat kosku. Aku hanya menjawab singkat meng iyakan. Aku masuk kedalam seusai temanku meninggalkan halaman kosnku. Sore itu cukup ramai diruang kumpul. Semua penghuni sedang asik berbincang. Aku menghampiri merek

Author: 

Related Posts

Comments are closed.